Sejumlah peserta mandiri ujian tulis di kediaman UNJ keluhkan tahapan proses seleksi. Mulai dari akses informasi yang terbatas, hingga kurang optimalnya server ujian yang digunakan.
Penerimaan Jumlah Mahasiswa Baru (Penmaba) UNJ mengalami lonjakan peminat yang signifikan, khususnya jalur ujian tulis di kediaman. Hingga akhir waktu registrasi, jumlah pendaftar tercatat mencapai 9.325 peserta, meningkat 17,6% persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 7.928 peserta.
Namun, melonjaknya angka pendaftar tidak sejalan dengan peningkatan kualitas tahapan persiapan ujian. Hal itu disampaikan langsung salah satu peserta Penmaba Ujian Tulis di Kediaman, Nur Laila. Ia mengeluhkan uji coba yang dijadwalkan pada 22 Juli itu berlangsung kurang efektif.
Baca juga: Sambutan untuk Anak-anakmu
Mula-mula, Laila mengaku sempat terlambat bergabung lantaran informasi tautan uji coba baru diterima pada hari jadwal simulasi berlangsung. Ironisnya, ia tidak dapat segera menyelesaikan uji coba, sebab pengawas tak jua hadir di ruang Zoom.
”Kita (para peserta) jadi menebak-nebak, uji cobanya jadi dilaksanakan atau tidak. Hingga ada instruksi yang mempersilakan kita mengerjakan secara mandiri,” ujar Laila, kepada Didaktika pada Senin (17/8).
Laila menyebut, menjelang akhir sesi, hanya segelintir calon peserta yang mengikuti simulasi ujian di beberapa ruang Zoom. Akibatnya, simulasi ujian dengan jumlah peserta riil tidak dapat dilakukan dan gagal memperkirakan batas penggunaan server.
Seharusnya, Laila menganggap diperlukan beberapa penanganan tambahan pada laman ujian guna mencegah server down saat diakses banyak peserta. Utamanya, ia merasa penyelenggara perlu melakukan pengujian kapasitas (load testing) secara terencana agar server siap menerima lonjakan pengguna.
Ia menduga, kurang maksimalnya simulasi tersebut dipengaruhi oleh gap informasi di kalangan peserta. Laila mengatakan pihak UNJ hanya memberikan informasi sekali saja di akhir penutupan Penmaba di Kediaman.
“Setelah menyelesaikan pendaftaran, gak ada info lebih lanjut. Akhirnya, finalis awal calon peserta kesulitan mengetahui informasi terbarukan,” tutupnya.
Senada, Penmaba Ujian Tulis di Kediaman lain, Zahira Arinithia turut merasakan kesulitan serupa. Akibat simulasi pertama tidak berjalan lancar, ia kembali mengikuti simulasi kedua yang diadakan panitia pada H-1 pelaksanaan ujian.
Arini menyayangkan kurang matangnya persiapan panitia ujian. Menurutnya, simulasi yang terencana dengan baik dapat memperkirakan kondisi riil di hari pelaksanaan sehingga dapat meminimalisir kendala yang bersifat teknis.
Kendala kembali terjadi saat ia mengerjakan ujian dengan waktu yang terbatas. Arini acap kali menghadapi buffering saat mengirimkan jawaban dan harus menunggu agar bisa menjawab soal berikut. Sebab ia menjelaskan alokasi waktu pengerjaan tetap berjalan tanpa dispensasi.
“Peminat Penmaba kan terus meningkat ya dari tahun ke tahun. Kedepannya mungkin bisa diperhatikan lebih baik lagi,” ujar Arini pada Didaktika, Rabu (19/8).
Baca juga: KIP-K Jalur Mandiri Dibuka, Syarat Desil Jadi Batu Sandungan
Nahas, akibat dari beberapa kendala yang dialami Laila dan Arini, mereka dinyatakan tidak lolos seleksi pada jalur ujian tulis di kediaman. Lebih lagi, Arini merasa janggal sebab di hari pengumuman ternyata terdapat status lolos cadangan bagi peserta lain.
Dirinya mengaku, informasi ini belum pernah tersebar sebelumnya, baik di media sosial, ataupun di portal resmi Penmaba UNJ. Parahnya lagi, informasi terkait ketentuan bobot penilaian juga tidak diumumkan sama sekali oleh pihak UNJ.
“Harusnya jangkauan informasi mengenai penilaian, hingga sistem cadangan mudah diakses bagi setiap calon peserta. Sebab menurut pandangan aku pribadi, hal ini akan sangat memudahkan saat mengerjakan ujian,” pungkasnya.
Tim Didaktika sudah mengirim surat permohonan wawancara kepada Kepala Kantor Admisi UNJ pada Kamis (13/8) ihwal Penmaba Mandiri di Kediaman UNJ. Namun, hingga berita ini ditulis, Admisi menolak bertemu tanpa dampingan dosen pembimbing secara langsung. Meski opsi pendampingan secara daring diajukan. Dalihnya, hal ini sesuai dengan arahan pimpinan.
Reporter/penulis: Irva Finassyifa
Editor: Anna Abellina Matulessy

