PKKMB UNJ sempat berganti jadwal secara tiba-tiba. Hal ini membuat panitia PKKMB dan mahasiswa baru menjadi resah.
Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, Universitas Negeri Jakarta (PKKMB UNJ) 2026 sempat ambyar. Pasalnya, terdapat perubahan jadwal pelaksanaan secara tiba-tiba.
Diketahui, perubahan jadwal itu sebagai langkah penyesuaian Panduan PKKMB 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada 19 Juni lalu. Salah satu poinnya, mengatur pelaksanaan PKKMB maksimal 6 hari, dari pukul 07.30–16.30.
Baca juga: Kegetiran Imajinasi Kebangsaan dan Kemerdekaan
Adapun, pada awalnya rencana PKKMB sudah dibahas sejak Juni–Juli lalu. Ditetapkan lina masa kegiatan PKKMB sepanjang 20-29 Agustus.
Sepenelusuran Didaktika, kabar ini sempat menimbulkan keresahan di kanal media sosial maupun grup WhatsApp. Sebab, mahasiswa baru (maba) maupun panitia PKKMB tingkat kampus hingga program studi (prodi) masih terombang-ambing ketidakpastian jadwal penyelenggaraan PKKMB.
Maba Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni ( FBS), Ananda Sasmita mengetahui simpang siur kabar tersebut melalui kanal X. Saat berselancar di sana, ramai memperbincangkan perubahan jadwal hingga kemungkinan PKKMB UNJ digelar secara daring.
Sesungguhnya, kabar itu membuat Ananda merasa cemas. Sebab, dirinya sangat menantikan untuk hadir secara perdana di acara UNJ sebagai maba. Ananda merasa cukup tenang ketika mengetahuinya panitia PKKMB berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan berlangsungnya kegiatan.
“Saya sempat bingung waktu itu, ditambah desas-desus bakal dilaksanakan online,” ujarnya pada Rabu, (19/8).
Di tengah jadwal PKKMB yang berdekatan, Ananda juga harus menyesuaikan waktu untuk mengerjakan tugas kelompok bersama maba lain. Contohnya dalam penugasan membuat video, yang acap kali sulit mencari kecocokan waktu dengan rekan kelompoknya. Sebab, kata Ananda, maba disibukkan dengan banyaknya tugas dan kegiatan.
Di tengah itu, Ananda dan rekan sekelompoknya mengatur siasat sebaik mungkin, misal dengan mempersilakan bagi rekannya yang masih ada kegiatan untuk menyusul. Menurutnya, cara ini ditempuh supaya tetap bisa menyelesaikan tugas.
“Kita belum saling kenal, tapi dikondisikan saat bertemu. Alhamdulillah dua hari ketemu, kita sudah cukup akrab,” jelas Ananda.
Meski begitu, ia menilai beban tugas PKKMB di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) masih tergolong wajar. Ananda menyebut tenggat yang diberikan cukup longgar sehingga pengerjaan tugas tidak sampai mengorbankan waktu tidur maupun istirahat.
Kekhawatiran Ananda kemudian bergeser pada citra UNJ di mata orang-orang terdekatnya. Karena sebelumnya dengan bangga mengumumkan keberhasilannya diterima di UNJ kepada banyak orang.
“Saya jadi takut teman-teman saya memandang UNJ tidak seperti bagaimana saya memandang UNJ. Jadi saya harap ke depannya pihak kampus mau lebih transparan,” tuturnya.
Koordinator Divisi Acara PKKMB UNJ, Miftahul Fikri mengatakan, perubahan jadwal PKKMB secara mendadak karena kesepahaman pimpinan UNJ tidak selaras dengan rencana yang ditetapkan sejak awal. Padahal, panitia PKKMB telah menyiapkan rangkaian kegiatan sejak Juni–Juli, termasuk pembagian agenda, tempat, dan waktu pelaksanaan.
Meskipun perubahan jadwal PKKMB belum final, kata Fikri, hal ini menimbulkan keresahan. Baik itu dirasakan oleh panitia PKKMB maupun maba UNJ.
“Kita semua menjadi resah karena ketidakpastian alur rangkaian,” kata Miftahul.
Pihak BEM UNJ kemudian mengajukan audiensi dengan Direktorat Kemahasiswaan untuk meminta klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, membenarkan perubahan timeline tersebut.
Bagi Miftahul, perubahan itu berkaitan dengan kekhawatiran pelaksanaan PKKMB melampaui ketentuan kementerian mengenai batas maksimal enam hari. BEM kemudian mendorong agar jadwal dikembalikan dengan tetap memenuhi ketentuan tersebut.
“Alasannya untuk menghindari sanksi karena dari kementerian. Karena khawatir melanggar aturan soal batas penyelenggaraan PKKMB maksimal 6 hari,” ucapnya pada Senin (10/8).
Fikri melanjutkan, setelah terjadi pembahasan dengan pimpinan UNJ, akhirnya jadwal PKKMB kembali ke rencana awal. Yakni 20 Agustus sebagai pembukaan PKKMB, 21–27 Agustus sebagai kegiatan PKKMB di fakultas/prodi, dan 28 Agustus sebagai penutupannya. Selain itu, kata Fikri, BEM UNJ meminta kepada pimpinan untuk meneken rencana PKKMB secara resmi.
Perubahan di tahap akhir berdampak pada persiapan yang telah berjalan, sambung Miftahul, mulai dari pembagian tempat dan waktu hingga kerjasama terkait sponsor. Dirinya menyebut persiapan telah mencapai sekitar 70–80 persen ketika perubahan jadwal muncul.
Baca juga: Kegetiran Imajinasi Kebangsaan dan Kemerdekaan
“Yang paling kami kecewakan adalah keputusan soal pelaksanaan waktu tidak ditetapkan sejak awal. Perubahan justru baru muncul ketika persiapan sudah masuk tahap akhir,” tukasnya.
Sebagai upaya konfirmasi, Didaktika telah mengirimkan surat permohonan wawancara kepada Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Yasep Setiakarnawijaya, pada Selasa (11/8). Kemudian, mengonfirmasi kepastian wawancara kepada stafnya, Nanar, sejak surat tersebut dikirimkan. Namun, sampai berita ini disiarkan, belum ada tanggapan.
Reporter/penulis: Safira Irawati dan Lalu Adam
Editor: Hanum Alkhansaa

