PKKMB UNJ 2026 secara resmi telah dibuka. Rektor UNJ, Komarudin berambisi mendorong maba untuk membawa nama UNJ bereputasi di kancah internasional.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan pembukaan rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Kamis, 20 Agustus 2026.  Acara yang diselenggarakan di Jakarta International Velodrome ini dihadiri sebanyak 9.520 mahasiswa baru (maba).

Rektor UNJ, Komarudin, turut hadir membersamai maba dalam kegiatan ini. Ia menyambut para maba sebagai langkah awal untuk masa depan yang gemilang.

Baca jugaKegetiran Imajinasi Kebangsaan dan Kemerdekaan

“Kalian datang dari daerah, latar belakang, pengalaman, dan cita-cita yang berbeda. Namun, kini kita memiliki satu rumah, satu almamater, dan satu tekad untuk membuat nama UNJ makin gemilang,” ujarnya saat sambutan pembukaan PKKMB UNJ.

Dalam pidatonya, Rektor UNJ mendorong para maba menjadi generasi unggul demi meningkatkan reputasi UNJ di tingkat global. Untuk merealisasikan hal tersebut, ia memberikan lima kunci dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Iklan

Dua kunci pertama adalah mendorong maba agar berani bermimpi besar. Namun dalam keberanian itu memerlukan ketekunan dalam mengasah kompetensi agar mimpi yang besar dapat diimbangi dengan kemampuan yang mumpuni pula.

Di samping itu, para maba diharap dapat menerapkan kunci ketiga yaitu berpikir secara out of the box atau kreatif. Menurutnya, jalan yang ditempuh oleh orang yang hebat adalah dengan mencari cara baru dalam berpikir dan bersikap.

“Jangan merasa nyaman dengan kemampuan yang sekarang. Jangan pula merasa puas dengan pencapaian yang sekarang,” ucapnya.

Selanjutnya, kunci keempat yaitu belajar dari keteladanan dan menjadi sukses. Komarudin berpesan para maba harus belajar dari tokoh-tokoh nasional maupun internasional dalam membesarkan mimpi-mimpi dan kehebatan mereka.

Lalu, kunci terakhir adalah membentuk karakter dan integritas dalam diri individu. Ia menyatakan bahwa keberhasilan dalam akademik maupun dunia kerja sangat ditentukan oleh karakter dan integritas tiap-tiap individu.

“Indeks Prestasi 4.0 sekarang bukanlah hal yang spesial, sudah banyak orang di dunia yang memilikinya. Jadi, percuma saja jika tidak memiliki karakter dan integritas,” tegasnya.

Di samping memberikan kiat-kiat bagi maba, Rektor yang telah menjabat selama tujuh tahun itu menegaskan bahwa maba sangat perlu untuk memperluas networking. Baginya, networking atau jejaring internal yang kuat harus terbangun dan dikembangkan selama menjadi mahasiswa. 

Jejaring ini, menurut Komarudin bukan untuk dimanfaatkan secara semena-mena, tetapi untuk membangun kepercayaan pada setiap orang. Ia menyebut banyak tokoh hebat di dunia memiliki dukungan yang luar biasa dari orang sekitarnya.

Di sela pidatonya, terdapat aksi simbolik dari mahasiswa yang membentangkan banner bertuliskan keluhan terhadap fasilitas kampus. Salah satunya perihal Gedung Saudi Fund for Development (SFD) Tower C dan D yang telah lama mangkrak.

Baca jugaKawal Putusan MK: Pisahkan MBG dari Anggaran Pendidikan Secepatnya 

Iklan

Menanggapi aksi tersebut, Rektor menyinggung bahwasanya pembangunan Gedung SFD akan dilanjutkan setelah dana diberikan dari Kementerian Keuangan. Ia pun memastikan pihak birokrat tidak tinggal diam atas berbagai keluhan mahasiswa. 

“Terima kasih kepada kalian yang telah mewakili isi hati para mahasiswa UNJ,” balasnya. 

Pidato ditutup dengan harapan dari Rektor UNJ agar para maba menjadi individu yang hebat di masa mendatang. Rangkaian PKKMB pun resmi dimulai dengan sambutan sorak yang meriah dari para maba.

Reporter: Muhammad Rasha 

Editor: Zidnan Nuuro