PKKMB UNJ tahun 2026 ini melalui proses yang cukup pelik. Adanya berbagai problematika yang membuat acara ini terhambat. Mulai dari tanggal pelaksanaan yang tidak pasti, penyebaran booklet dan penugasan yang sangat mepet, dan banyak problematika lainnya. Namun jika kita menilik kembali, semua masalah ini sejatinya berakar dari satu masalah besar, yaitu ketidakpastian tanggal pelaksanaan PKKMB UNJ 2026.
Baca juga:Kepadatan Lahan Parkir Motor UNJ Merugikan Mahasiswa
Seperti yang kita semua ketahui, kemarin sempat terjadi ketidakpastian penetapan PKKMB UNJ 2026. Yang seharusnya PKKMB dilaksanakan pada tanggal 20-29 Agustus, di laman Instagram resmi PKKMB UNJ berubah menjadi 20-26 Agustus 2026. Bahkan, sempat tersebar kabar di sosial media bahwa PKKMB akan dilaksanakan secara daring. Ini menimbulkan kekhawatiran dan menurunnya antusiasme mahasiswa baru dalam melaksanakan PKKMB karena selain tanggal pelaksanaan yang lebih lama dibandingkan universitas lain, jelas euforia pelaksanaan akan berbeda ketika PKKMB dilaksanakan online.
Walaupun penetapan tanggal pelaksanaan akhirnya kembali ke rencana awal, keputusan akhir yang begitu mepet ini juga menimbulkan masalah baru. Penetapan tanggal yang sangat terlambat berimbas pada pemberian booklet dan penugasan yang juga mepet. Dengan banyaknya penugasan yang diberikan dan dengan waktu yang juga sangat terbatas, banyak mahasiswa baru yang cukup kewalahan dalam pengerjaan tugas-tugas tersebut. Banyak sekali dari teman-teman saya yang bercerita tentang bagaimana mereka cukup kewalahan untuk menyeimbangkan pengerjaan tugas yang cukup banyak–sebagian besar tugas video–dan pelaksanaan PKKMB baik Prodi maupun Fakultas yang jelas menguras tenaga. Belum lagi twibbon yang begitu banyak jumlahnya. Inginnya beristirahat, namun harus kembali berkutat dengan tugas-tugas PKKMB sehingga mereka tidak mendapatkan istirahat yang optimal. Alhasil, banyak mahasiswa baru yang tumbang pada pelaksanaan di hari berikutnya atau tumbang pada pelaksanaan PKKMB itu sendiri. Atau mungkin, ini memang trial kehidupan mahasiswa. Sesuai dengan namanya, PKKMB, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru juga mengenalkan kehidupan mahasiswa yang banyak tugas, banyak kegiatan dan kurang tidur, bukan begitu?
Selain itu, masih banyak juga fakultas dan prodi yang harus melaksanakan PKKMB secara daring karena kurangnya tempat pelaksanaan. Dengan begitu banyaknya mahasiswa lama dan baru, UNJ masih gagal memfasilitasi mahasiswanya dengan ruangan yang mencukupi. Juga termasuk dengan pelaksanaan closing yang dilaksanakan secara hybrid ini. Seharusnya, UNJ bisa menyediakan kapasitas sesuai dengan jumlah mahasiswanya. Entah kemana perginya IPI yang dibayarkan mahasiswa itu kalau fasilitas saja masih kurang mencukupi. Apalagi bagi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni yang sampai sekarang pembangunan gedungnya mangkrak.
Baca juga:Mahasiswa UNJ Ditangkap dan Dipukuli Polisi saat Demonstrasi
Walaupun pelaksanaan PKKMB tahun ini diwarnai banyak kritik, saya juga harus mengapresiasi panitia PKKMB yang telah berhasil memperjuangkan dan melaksanakan rangkaian PKKMB tahun 2026 ini dengan baik. Saya sebagai mahasiswa baru merasa bahwa dengan situasi yang cukup pelik sebelum pelaksanaan dan sudah jelas membuat panitia kerepotan, PKKMB tetap terlaksana dengan baik. Kami diberikan informasi yang cukup dan menyeluruh terkait kehidupan kampus melalui PKKMB ini. Selain itu, inklusivitas PKKMB UNJ juga patut diapresiasi karena teman-teman disabilitas sangat diakomodasi untuk tetap merasakan euforianya. Semoga, berbagai kritik dan permasalahan yang terjadi di tahun ini tidak akan terulang kembali pada PKKMB-PKKMB tahun berikutnya.
Ditulis oleh J. Mahasiswa Baru 2026 UNJ
Tulisan ini merupakan karya terpilih dalam undangan menulis “Maba Bersuara” yang dibuka LPM Didaktika hingga 30 Agustus 2026.

