Mahasiswa mengeluhkan kepadatan lahan parkir motor di Kampus A UNJ. Hal tersebut dipicu oleh lonjakan masif jumlah maba.
Semenjak berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) pada Agustus 2024, UNJ menaikkan secara masif daya tampung maba. Jumlah maba melambung dari sebesar 7.999 maba (2024), menjadi 9.641 maba (2025). Kemudian, pada 2026, sebesar 9.470 maba.
Namun, kenaikan jumlah maba tidak selaras dengan fasilitas yang memadai. Sebagai contoh, keterbatasan lahan parkir membuat kepadatan area parkir di Kampus A UNJ yang kerap merugikan mahasiswa.
Baca juga: Mahasiswa UNJ Ditangkap dan Dipukuli Polisi saat Demonstrasi
Hal ini dirasakan langsung oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Elektro (2024), Fauzan Ferdiansyah. Di antara Gedung Spiral dan pintu belakang Pemuda, yang merupakan area parkir Kampus A UNJ, ia biasa menaruh kendaraan di tempat yang kedua. Pemilihan lokasi parkir itu lantaran letaknya berdekatan dengan Gedung Fakultas Teknik (FT), sebagai tempatnya berkuliah.
Setiap kali menaruh kendaraan di lahan parkir Pemuda, Fauzan mendapati tempat tersebut padat diisi oleh motor. Hal itu menyebabkan ruang gerak mahasiswa untuk memarkir kendaraan menjadi terbatas.
Walhasil, saat hendak keluar atau masuk ke barisan parkir, motor pengendara lain terkadang bergesekan dengan motor Fauzan. Benturan tersebut sering membuat pelat nomor pada motornya menjadi koyak. Oleh karena itu, Fauzan terpaksa melepas sendiri kedua pelat motornya agar tidak lepas dan hilang.
“Beberapa kali motor gue lecet, tapi mau dibetulkan harganya mahal. Ditambah dua pelat motor gue juga copot,” ungkapnya saat diwawancara Didaktika, pada Rabu (12/8).
Selanjutnya, kata Fauzan, akses parkir mulai sulit didapat ketika jumlah mahasiswa melonjak tinggi. Kepadatan di lahan parkir Pemuda mencapai titik terparahnya saat maba angkatan 2025 menjalani perkuliahan.
Sepengamatan Fauzan, kondisi ini membuat petugas parkir mengambil tindakan dengan menutup akses masuk kendaraan. Alhasil, harus menghabiskan waktu tambahan untuk mencari lokasi parkir baru di Gedung Spiral yang letaknya jauh dari kelasnya. Ujung-ujungnya, Fauzan harus terlambat memasuki kelas.
“Pas maba 2025 masuk itu paling terasa, karena baru pertama kali gua mengalami lahan parkir Pemuda ditutup gara-gara penuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fauzan merasa kapasitas lahan parkir Pemuda kurang untuk menampung kendaraan motor. Namun, ia juga tidak yakin pihak kampus bisa menambah lahan parkir motor yang baru.
“Kayaknya susah apabila UNJ perluas lahan parkir lagi. Karena kampus kekurangan lahan,” hematnya.
Persoalan serupa mendera mahasiswa Prodi Sastra Indonesia (2022), Gian Rizkyanto. Sebagai pengendara yang rutin menaruh motornya di Gedung Spiral, kendaraannya pun tak luput dari kerusakan. Bodi motor Gian mengalami goresan di beberapa sisi akibat gesekan dengan kendaraan lain yang mencoba memarkir motor.
Gian merasa Gedung Spiral selalu dipadati kendaraan setiap harinya. Biasanya, puncak kepadatan parkir terjadi pada hari Senin hingga Rabu. Ia menyebutkan, bahwa kepadatan ini terjadi pada rentang jam kuliah dari pagi hingga siang hari.
“Kalau mau kelas pagi itu ramai banget. Ditambah loket parkir di bawah cuma dua, antrean masuknya jadi panjang,” keluhnya saat diwawancara melalui Zoom Meeting, pada Minggu (9/8).
Gian mengkhawatirkan kondisi ini memburuk saat maba angkatan 2026 mulai masuk perkuliahan. Situasi tersebut dipandangnya akan memuncak apabila Gedung Saudi Fund for Development (SFD) rampung, sehingga banyak perkuliahan dilaksanakan secara tatap muka.
Ia menilai penanganan masalah ini bertumpu pada keaktifan petugas parkir. Oleh karena itu, berharap petugas tidak hanya berdiam di pos jaga, melainkan aktif melakukan pengawasan secara langsung dan mengarahkan kendaraan saat area parkir mulai padat.
“Nanti pas angkatan 2026 masuk, Gedung SFD rampung dan perkuliahan kemungkinan offline semua, rasa-rasanya penumpukan motor akan makin parah,” tutur Gian.
Berdasarkan data dari Ardas Parking (perusahaan pengelola lahan parkir UNJ), total daya tampung kendaraan di Kampus A mencapai 2.585 unit motor. Jumlah tersebut sudah mencangkup gabungan Gedung Spiral dengan kapasitas 1.585 unit, dan lahan parkir Pemuda sebesar 1.000 unit.

Data daya tampung kendaraan roda dua parkir spiral (LPM Didaktika)
Dalam data harian gabungan kedua lokasi parkir tersebut, pada kurun 3-7 Agustus 2026, jumlah motor yang masuk berada di kisaran 1.607 hingga 1.789 unit per harinya. Namun, data harian ini berlangsung pada awal Agustus 2026, yang bertepatan dengan masa libur perkuliahan.

Data harian jumlah kendaraan roda dua parkir spiral (LPM Didaktika)
Baca juga: Mahasiswa Baru Ditekan Biaya Kaderisasi Akibat Panitia Kekurangan Dana
Sejak 14 Agustus, Didaktika telah berupaya meminta data pembanding jumlah kendaraan pada masa aktif perkuliahan, yakni pada tanggal 8 Juni sampai 12 Juni 2026, kepada Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) UNJ. Kendati demikian, pihak BPU belum memberikan data hingga berita ini diterbitkan.
Di sisi lain, mulai 13 Agustus, Didaktika telah meminta tanggapan terkait persoalan ini kepada Direktur Aset, Ja’far Amiruddin. Namun, Ja’far belum dapat memberikan jawaban. Begitupun Didaktika sudah mengajukan wawancara kepada Ardas Parking, tetapi mereka menyatakan bersedia diwawancara apabila sudah dapat persetujuan dari BPU. Walakin, pihak BPU belum mengkonfirmasi persetujuan Ardas Parking untuk dapat diwawancara sampai berita ini terbit.
Reporter/penulis: Diajeng Gihan
Editor: Andreas Handy Hakiki

