Mati Listrik di Gedung G terjadi akibat minimnya perawatan fasilitas oleh pihak kampus. Akibatnya, aktivitas organisasi terhambat selama tiga minggu dan rusaknya fasilitas di sekretariat.

Sejak Maret (17/3) hingga April (11/4) terjadi pemadaman listrik di Gedung G, Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pemadaman bermula dari korsleting listrik di salah satu sekretariat organisasi.

Kondisi ini mengganggu jalannya kegiatan di berbagai unit organisasi mahasiswa. Sebagai student center, Gedung G menjadi pusat aktivitas organisasi tingkat universitas.

Baca juga: Mahasiswa Kesal Tiadanya Air di Gedung G Selama Lima Hari

Memandang kondisi tersebut, Ketua Forum Koordinasi Gedung G (FKG), Muhammad Ramzi, menyayangkan fasilitas Gedung G yang kerap dikesampingkan. Ia menyoroti, mati listrik saat itu merupakan dampak dari instalasi listrik yang sudah usang dan minim peremajaan.

Menurutnya, pihak kampus harus lebih sering melakukan pengecekan berkala. Tidak hanya menunggu sampai rusak baru diperbaiki, ia menginginkan peremajaan fasilitas untuk Gedung G, mengingat umurnya yang sudah tua. Terutama terkait fasilitas yang menunjang kegiatan mahasiswa untuk berprestasi.

Iklan

“Kedepannya harus dilakukan peremajaan, kan kita sering berkontribusi untuk indeks prestasi UNJ. Jangan hanya nanya dan pengecekan saja,” jelas Ramzi, pada Jumat (11/4).

Lebih lanjut, Ramzi menyebutkan dampak dari mati listrik meluas hingga ke sistem air bersih. Pompa air yang bergantung pada listrik tidak dapat berfungsi, sehingga toilet di Gedung G pun tidak bisa digunakan. Terlebih, banyak kerusakan barang elektronik di sekretariat – sekretariat organisasi.

Ramzi turut mendata kerusakan yang terjadi akibat korsleting listrik. Terhitung sudah ada tiga organisasi yang melaporkan kerusakan barang elektronik. Namun, belum ada tanggapan dari pihak kampus terkait data kerusakan barang di sekretariat – sekretariat Gedung G.

“Kami sudah mendata barang yang rusak dan sudah mengirimnya ke pihak kampus,” ucapnya.

Menanggapi keresahan organisasi Gedung G, Ramzi mengatakan, FKG telah melayangkan dua surat laporan kerusakan ke Direktorat Kemahasiswaan dan Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, sebutkan nama tokoh itu. Sebagai tanggapan, pihak kampus hanya melakukan pengecekan saja

“Mereka sempat mengirim teknisi buat cek. Cuma karena mungkin pengecekan itu dekat dengan Hari Raya Idulfitri, jadi hanya sekadar dicek aja, belum dibenerin,” jelasnya.

Tak tinggal diam, ia kembali mengirim surat laporan pada 9 April 2025. Pasalnya, meski Idulfitri telah berlalu, belum ada perkembangan apa pun terkait perbaikan listrik. Karena sempat tidak ada kejelasan dari pihak kampus, FKG bahkan memanggil teknisi swasta untuk mengecek kondisi listrik.

Baca juga: Upaya Mahasiswa Menjamin Kelayakan Fasilitas Gedung G

“Karena lambatnya pihak kampus, FKG sampai memanggil teknisi swasta untuk melihat kondisi listrik di Gedung G,” ungkap Ramzi.

Salah satu mahasiswa terdampak yang tergabung dalam Anggota Kelompok Sosial Pecinta Anak (KSPA), Vadlan Naufal, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi organisasinya selama pemadaman listrik. Sebab, organisasinya sangat mengandalkan sekretariat untuk agenda-agenda pengkaderan dan rapat.

Iklan

“Kondisi ini membuat banyak anggota baru yang enggan datang ke sekretariat. Akibatnya, proses pengkaderan terhambat,” keluhnya saat diwawancarai Tim Didaktika pada Jumat (11/4).

Lebih lanjut, Vadlan menilai masalah ini sebab dari fasilitas gedung tidak dirawat secara berkala oleh pihak kampus yang mengakibatkan perbaikan memakan waktu lama. Terlebih, penanganan dari pihak kampus terbilang lambat.

“Padahal Gedung G isinya anak-anak yang menyumbang prestasi, tapi fasilitas yang diberikan sangat kurang memadai,” pungkasnya.

Tim Didaktika sudah mengirim surat permohonan wawancara ke Direktorat Kemahasiswaan pada Kamis (10/4) terkait mati listrik di Gedung G. Namun, hingga saat ini Tim Didaktika masih belum mendapatkan keterangan resmi dari birokrat mengenai alasan ditundanya perbaikan. Pihak kampus turut tidak memberikan tanggapan terkait fasilitas organisasi di Gedung G yang rusak akibat korsleting listrik.

 

Reporter/ penulis: Hanum Alkhansaa

Editor: Anna Abellina