Perpustakaan UNJ melakukan uji coba perpanjangan jam operasional sepanjang bulan Mei. Mahasiswa menyambut baik hal itu dan berharap diterapkan secara tetap. Akan tetapi, keterbatasan anggaran diklaim sebagai hambatan.

Jam operasional Perpustakaan UNJ yang hanya sampai pukul 15.30 sering dikeluhkan mahasiswa. Sebab, batasan waktu akses masuk gedung perpustakaan tersebut dinilai terlalu dini. Namun, bagai membawa angin segar, Perpustakaan UNJ melalui akun Instagram resminya @unjlibrary pada 29 April 2025 mengumumkan perpanjangan jam operasional selama bulan Mei.

Sebelumnya, Perpustakaan UNJ hanya beroperasi dari pukul 08.00–15.30 pada hari Senin sampai Kamis. Sementara itu, gedung ini dapat dimasuki mulai pukul 08.00–16.00 pada hari Jumat.

Setelah jam operasional diperpanjang, Perpustakaan UNJ beroperasi dari pukul 08.00–17.30 pada hari Senin hingga Kamis. Sedangkan pada hari Jumat, perpustakaan ini buka dari pukul 08.00–18.00. 

Baca juga: Sebuah Rezim Bernama Orde Baru

Merujuk Peraturan Perpustakaan Nasional RI Nomor 5 tahun 2024, waktu pelayanan perpustakaan universitas paling sedikit 48 jam dalam 7 hari. Apabila dikalkulasikan, jam operasional Perpustakaan UNJ semula masih di bawah standar. Baru saat layanan operasional Perpustakaan UNJ diperpanjang pada bulan Mei, instansi ini telah memenuhi batas minimal waktu pelayanan.

Iklan

Penambahan jam operasional perpustakaan UNJ mendapatkan sambutan baik dari mahasiswa. Salah satunya adalah mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Khusus, Sashi Miranti Dwi Aulia. Ia berharap, perubahan jam operasional Perpustakaan UNJ dapat terus berlaku secara ajeg. Tidak hanya bersifat sementara. 

Sashi menyarankan, ke depannya pihak Perpustakaan UNJ dapat menambah jam operasional lebih dari pukul 18.00. Alasannya, jamak mata kuliahnya yang selesai pada pukul 18.00. Apabila Perpustakaan UNJ buka sampai malam, kata Sashi, mahasiswa yang pulang sore dapat terlebih dahulu mengerjakan tugas ataupun sekadar mencari referensi materi kuliah di sana.

“Perubahan sampai jam enam ini oke sih, tapi kalau bisa diperpanjang lagi jam operasionalnya. Kan kita juga selesai kelasnya sore. Harus berpacu dengan waktu saat mengerjakan tugas atau sekadar baca buku di perpustakaan,” tuturnya pada Jumat (9/5).

Sashi merujuk perubahan jam operasional yang diterapkan oleh Perpustakaan Jakarta yang kini buka hingga pukul 22.00 WIB. Ia berharap, kebijakan serupa dapat diadopsi Perpustakaan UNJ.

Senada dengan Sashi, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Biologi, Cinta (bukan nama sebenarnya), berharap perpanjangan jam operasional Perpustakaan UNJ bersifat tetap. Sebab, ia merasa jam operasional perpustakaan sebelumnya terlalu singkat. 

Lebih jauh, menurut Cinta, jam ideal perpustakaan untuk tutup adalah pukul 21.00. Bukan tanpa sebab, ia melihat banyak mahasiswa yang masih beraktivitas di kampus meski telah lewat jam perkuliahan.

Selanjutnya, ia menuturkan bahwa perpustakaan adalah tempat yang nyaman untuk melakukan beragam aktivitas. Mulai dari kegiatan akademik hingga bersantai ketika lelah.

“Saya sering ke perpustakaan kampus saat ada kelas online karena nyaman juga. Kan sudah bayar uang kuliah tunggal (UKT), jadi ingin memanfaatkan fasilitas yang ada. Jadi sayang kalau aksesnya justru dibatasi,” ungkapnya pada Selasa (20/5).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNJ, Ummi Mukminati Siregar menjelaskan penambahan jam operasional masih dalam tahap uji coba. Tahap uji coba ini akan dilakukan pada tiga bulan terdekat masa efektif perkuliahan. Yakni, pada Mei, Juni, dan September.

Ummi mengatakan, uji coba ini dilakukan untuk menilai antusiasme mahasiswa dalam mengunjungi perpustakaan. Ummi mengklaim adanya peningkatan jumlah pengunjung ketika jam operasional perpustakaan diperpanjang. 

Iklan

Alhamdulillah sampai jam 17.30, di perpustakaan itu ada rata-rata 200 kunjungan per hari,” ungkapnya pada Jumat (23/5). 

Menanggapi pernyataan mahasiswa, Ummi mengatakan dengan senang hati akan tetap melakukan perpanjangan jam operasional. Bahkan baginya, perpustakaan idealnya masih beroperasi pada malam hari.

Namun, perpanjangan jam operasional Perpustakaan UNJ mendapat kendala. Berdasarkan perhitungan Ummi, biaya yang dianggarkan untuk honorarium lembur pegawai hanya cukup untuk masa uji coba pada bulan Mei, Juni, dan September.

Dilansir dari laman resmi UNJ, dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan anggaran UPT Perpustakaan UNJ. Pada 2022, anggaran untuk UPT Perpustakaan UNJ sebesar Rp310,6 juta, dan pada 2023 senilai Rp295 juta. Kemudian, kembali menyusut pada 2024 menjadi Rp279,5 juta.

Tahun ini, UPT Perpustakaan UNJ hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp223,6 juta. Penurunan masif ini menurut Ummi dipengaruhi adanya kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah. Adapun anggaran UPT Perpustakaan UNJ untuk biaya kebutuhan rumah tangga meliputi alat tulis dan penjilidan, serta gaji lembur pegawai.

Baca juga: Bukan Prioritas Kampus, Perpustakaan UNJ Tak Berkembang

Pada Selasa (27/5), Tim Didaktika kembali menemui Ummi Mukminati Siregar untuk mendapat data terbaru jumlah pengunjung Perpustakaan UNJ. Ummi memaparkan data kunjungan pada 26 Mei 2025, setidaknya terdapat 878 mahasiswa yang datang pada jam operasional normal (pukul 08.00–16.00). Selanjutnya, terdapat 189 kunjungan mahasiswa pada jam lembur (16.00–17.30). 

Selain itu, ia membandingkan rata-rata kunjungan Perpustakaan UNJ sebelum dan sesudah perpanjangan jam operasional. Pada April, rata-rata per harinya terdapat 490 kunjungan mahasiswa. Sedangkan per 27 Mei, terdapat 658 kunjungan mahasiswa ke Perpustakaan UNJ.

Selanjutnya, kata Umi, data tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan UNJ agar anggaran perpustakaan lebih ditingkatkan. Dengan demikian, perpanjangan jam operasional Perpustakaan UNJ bisa bersifat tetap.

“Kita gak mungkin menyuruh teman-teman (pegawai) kerja, tapi tidak diberikan kelebihan (uang lembur),” tutupnya.

Penulis/reporter : Nur Is Farida

Editor : Lalu Adam Farhan