Perubahan mendadak tanggal wisuda semester 121 UNJ menyebabkan calon wisudawan keberatan. Tambah lagi, GOR UNJ yang menjadi tempat wisuda semester ini diragukan kesiapan fasilitasnya.
Calon wisudawan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terkejut dengan unggahan flyer dari @unj_official mengenai informasi tanggal dan tempat wisuda semester 121 di Instagram pada Kamis (27/3). Sebab, informasi tersebut berbeda dengan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 498/UN39/HK.02/2024 yang terbit pada 6 Mei 2024. Di dalam SK tersebut, dinyatakan wisuda semester 121 dilaksanakan pada 16 April 2025, tetapi informasi terbaru yang keluar dari @unj_official menyatakan wisuda jatuh pada 21 April 2025.
Sementara itu, dalam unggahan flyer yang sama, tempat wisuda mahasiswa UNJ tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang berada di Sentul City International Convention Center (SICC). Kini wisuda mahasiswa UNJ akan diadakan di Gedung Olahraga (GOR) UNJ. Dampaknya, waktu pelaksanaan wisuda dibagi menjadi per sesi selama empat hari.
Informasi baru mengenai tanggal dan tempat wisuda secara mendadak meresahkan banyak calon wisudawan. Hal ini terbukti dengan hasil survei Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ dan Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) UNJ. Dari total 830 calon wisudawan UNJ, sebanyak 94,1% menentang wisuda di GOR UNJ, sedangkan 62,9% menolak perubahan tanggal.
Ketua BEM UNJ, Andhika Natawijaya menjelaskan, calon wisudawan UNJ mengira tanggal wisuda semester 121 tidak berubah dan tempatnya sama di SICC, seperti beberapa tahun sebelumnya. Akibatnya, banyak dari mereka yang sudah down payment (DP) atau reservasi Make Up Artist (MUA), menyewa fotografer, dan memesan hotel menjadi hangus.
“Para calon wisudawan sangat antusias mengisi survei karena mereka semua terdampak,” ungkapnya pada (7/4).
Selanjutnya, BEM UNJ bersama MTM UNJ, serta perwakilan calon wisudawan dari setiap fakultas mendatangi Gedung Rektorat UNJ untuk beraudiensi. Di sana, mereka bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Ifan Iskandar beserta sejumlah bawahannya. Para mahasiswa pun menyampaikan hasil survei yang menanggapi berbagai perubahan dalam wisuda kepada pimpinan kampus.
Baca juga: Mewaspadai Militer Mencengkram Kembali Kampus
Namun, Ifan bersitegas jadwal dan tempat wisuda tetap sesuai yang terdapat dalam unggahan flyer dari @unj_official tertanggal 27 Maret 2025. Ifan beralasan tanggal wisuda diundur karena berbentrokan dengan jadwal Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di UNJ. Sementara itu, pemindahan tempat wisuda disebabkan pemangkasan anggaran perguruan tinggi.
“Masalah akibat perubahan dalam wisuda bermacam-macam dari calon wisudawan, tapi rektorat hanya bisa mengklarifikasi saja, tidak bisa mengatasinya,” katanya.
Calon wisudawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Muhammad Milzam Mursyidan mengungkapkan perasaan kecewanya lantaran wisuda semester 121 dilaksanakan menjadi per sesi selama empat hari. Menurutnya, itu akan merepotkan karena ia harus bolak-balik ke tempat wisuda sesuai sesi fakultas temannya.
Milzam berujar, rektorat hanya memandang acara wisuda sebagai agenda tahunan universitas saja. Tambahnya, rektorat tidak mempertimbangkan perspektif mahasiswa, sehingga mereka dengan gampangnya memecah-mecah waktu pelaksanaan wisuda per sesi.
Lanjutnya, pada Senin (7/4) yang lalu, ia juga berpartisipasi dalam acara audiensi di Gedung Rektorat. Baginya, banyak calon wisudawan yang mempermasalahkan soal kenyamanan di GOR UNJ. Akan tetapi, tanggapan pihak rektorat terkait masalah ini tidak jelas.
Saat audiensi, lanjut Milzam, pihak rektorat menyatakan dua alasan terkait tempat wisuda dipindahkan dari SICC ke GOR UNJ. Pertama, karena pemangkasan anggaran, sedangkan yang kedua untuk menunjukkan kebanggaan almamater universitas.
Milzam pun mengkritisi pernyataan tersebut yang menurutnya saling bertentangan. Sebab, di satu sisi demi kebanggan almamater UNJ, kampus harusnya totalitas dalam memberikan kenyamanan untuk acara wisuda semester 121. Akan tetapi, di sisi lainnya UNJ malah memangkas pengeluaran anggaran acara wisuda.
Milzam menilai GOR UNJ tidak dapat memberikan kenyamanan bagi calon wisudawan dan para tamu undangan. Ia mencontohkan lahan parkir SICC yang jauh lebih luas dibanding dengan GOR UNJ. Dengan begitu, Milzam pesimis GOR UNJ mampu menampung banyak kendaraan calon wisudawan dan tamu undangan.
Berdasarkan pengamatan Tim Didaktika melalui melalui survei lapangan dan denah GOR UNJ, terhitung kursi tribun Very Important Person (VIP) berjumlah 150 buah di sebelah barat, sedangkan kursi tribun biasa sebanyak 384 buah berada di sebelah barat dan timur. Sementara itu, jumlah calon wisudawan semester 121 sebanyak 2.000 orang.
Tim Didaktika juga berkeliling dan duduk di tribun lapangan tersebut selama 30 menit. Dari hasil pantauan, terdapat 2 pendingin ruangan di pojok sisi tribun barat, sedangkan 2 pendingin ruangan sisanya di tengah lapangan vinyl. Setelah berkeliling, tubuh kami kemudian bercucuran keringat karena ruangan yang tersekap dinding rapat, sehingga tidak ada angin masuk.
“Wisuda ini kan fase setelah kita melewati masa-masa sulit dan kerja keras. Acara ini bukan sebatas seremonial saja, melainkan momen penting yang terus membekas dalam hidup kita. Sehingga, kami harus merayakan dengan teman-teman fakultas lain dalam satu waktu dan tempat,” tegasnya.
Baca juga: Modus Operandi Dwifungsi Tentara di Rezim Prabowo
Cerita lain datang dari calon wisudawan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Aditya Rifaldi. Ia tidak menduga akan terjadi perubahan tanggal wisuda. Padahal, ia selalu memastikan di grup wisuda fakultas perihal informasi jadwal wisuda semester 121 terkini.
Namun pada (27/3), Aditya kaget saat melihat tanggal wisuda yang diundur UNJ secara mendadak. Lanjutnya, pengunduran tanggal wisuda itu menyebabkan orang tuanya dari kampung halaman kecewa. Pasalnya, orang tua Aditya harus kembali mengajukan cuti ulang kepada perusahaan agar bisa mendampingi wisuda anaknya.
“Imbasnya kepada saya, persiapan yang direncanakan sebelumnya jadi harus diatur ulang,” ujarnya kepada Tim Didaktika pada (17/4).
Tim Didaktika sudah mengirim surat permohonan wawancara kepada Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Ifan Iskandar, pada Jumat (11/4). Namun, Ifan menolak untuk diwawancarai. Ia beralasan pertanyaan wawancara tersebut telah dijawab dalam acara audiensi rektorat bersama BEM UNJ, MTM UNJ, serta perwakilan calon wisudawan dari setiap fakultas.
Tim Didaktika pun kembali menghubungi ulang Ifan pada Selasa (15/4) melalui pesan WhatsApp. Di dalamnya, kami menjelaskan pertanyaan wawancara ini berbeda dengan audiensi. Akan tetapi, hingga berita ini diterbitkan, Ifan belum memberi tanggapan.
Reporter/Penulis: Naufal Nawwaf
Editor: Andreas Handy

