Pada Minggu, (19/12/2021)  mahasiswa Program Studi (prodi) Teknik Elektor mengadakan Pengabdian Masyarakat Elektro (Pengmas Elektro). Kegiatan tersebut berupa renovasi Madrasah Takmiliyah Nurul Zholam yang berada di Jonggol, tepatnya di Kampung Cigaruguy, Desa Suka Jaya RT 1/RW 1.

Mulai dari angkatan 2018 sampai angkatan 2021, mereka gotong royong bersama warga memperbaiki properti-properti madrasah tersebut. Ada yang mengaduk semen, memperbaharui cat dinding, memasang pintu, hingga merangkai ubin.

Mereka mengerjakan secara bergantian, ada yang dari siang sampai sore, dan ada yang mengerjakan dari malam sampai pagi. Selain itu. ada pula yang mempersiapkan konsumsi dan menjadi paramedis, berjaga-jaga kalau terjadi kecelakaan.

Renovasi ini sudah dilaksanakan sejak 3 Desember lalu. Fauzan, ketua pelaksana Pengmas Elektro menjelaskan, kegiatan ini hanya berlangsung di akhir pekan, tepatnya Jumat sampai Minggu. Namun, beberapa mahasiswa seperti tim inti (advance) datang di hari kamis atau rabu untuk mempersiapkan peralatan.

Fauzan melanjutkan, mereka tak hanya melakukan renovasi, tapi juga ada kegiatan bakti sosial lainnya, seperti kunjungan ke rumah-rumah warga untuk penyuluhan Projek Perumahan Rakyat Miskin Tegar (PPRT) dan cek kesehatan, mencakup cek tensi darah, menimbang berat badan, dan mengukur tinggi badan.

Dalam proses pencarian tempat, Muhadi mahasiswa Teknik Elektro 2017 menceritakan pengalamannya. Ia terdorong oleh teman-temannya yang ingin melakukan kegiatan tersebut. Atas permintaan temannya, ia berinisiatif mencari di area sekitar tempat tinggalnya, yaitu Jonggol.

Iklan

Muhadi menemukan madrasah ini atas bantuan ibunya, «awalnya diinformasikan sama ibu saya, setelah ia mengikuti acara di kampung tersebut, langsung menyarankan saya untuk melihat-lihat kesana,” ujar Muhadi.

Kondisi Madrasah Takmiliyah  Nurul Zholam sebelum renovasi.

Saat pertama Muhadi menengok Madrasah Takmiliyah Nurul Zholam, Keadaannya sangat jauh dari layak. Tampak atap yang berlubang, jendela lapuk, kasau yang telah rapuh, hingga pintu-pintu yang reyot.  “Terutama kasaunya itu, bahaya sekali kalau tidak sengaja tertabrak anak-anak, bisa merubuhkan atap dan menimpa seisi madrasah,” cemas Muhadi.

Berdasarkan persetujuan panitian pelaksana Pengmas Elektro, Muhadi langsung mengunjungi rumah-rumah warga untuk meminta izin, khususnya kepada kepala madrasah dan ketua RT. Beruntungnya, warga menerima dengan senang hati. Bahkan, beberapa warga memberikan bantuan lebih, misalnya Umi yang meminjamkan tiga rumahnya untuk mahasiswa bersinggah.

Selain itu, Adun, salah satu warga setempat merasa senang karena dagangannya semakin ramai pembeli, ia juga berterimakasih karena mau berbaik hati merenovasi madrasah ini secara gratis. “Dulu yang membangun madrasah ini warga secara bersama-sama. Saat sudah setengah jadi, kami mengajukan bantuan ke kepala desa dan diterima, namun sekarang sudah bolong-bolong lagi,” ujar Adun.

Kegiatan Pengmas Elektro ini pertama kali diadakan pada 2015 lalu. Dimas, mahasiswa Teknik Elektro 2017 menceritakan, “jadi dulu di dekat Gedung L ada kantin yang biasa kita sebut sebagai Kantin Mak, nah di tahun itu mahasiswa elektro merenovasi rumah si pemilik kantin atas nama Pengmas elektro.”

Baca Juga : Setengah Hati Mewujudkan Pengabdian Masyarakat

Namun, pada 2020 lalu, kegiatan ini sempat terhenti, lantaran keadaan pandemi Covid 19. Melihat kondisi pandemi yang mulai membaik, kegiatan ini mulai kembali dilaksanakan. Malangnya, pihak kampus menolak pengajun dokumen mereka. Alhasil, Dimas, Fauzan dan yang lainnya memberanikan diri untuk tetap mengadakan kegiatan ini walau tanpa bantuan dari kampus.

Demi mempertahankan kegiatan ini terus berjalan, Fauzan dan segenap panitia Pengmas Elektro melakukan beberapa upaya seperti ngecrek, galang dana, dan berjualan kaos. “Alhamdullilah uang yang terkumpul melebihi Rancangan Anggaran Bisnis (RAB) yang ada, totalnya kita mendapat sekitar 24 juta lebih,” tambah Fauzan. Fauzan berharap, dengan adanya pengabdian masyarakat ini, semangat anak-anak dalam belajar semakin meningkat setelah ruang kelasnya diperbaiki.

 

Penulis : Asbabur Riyasy

Iklan

Editor : Ahmad Qori Hadiansyah