Kini sunter berduka
Mengapa dia berduka?
Dia merintih
Karena tubuhnya tak hanya dipaksa menolong manusia
Tapi dipaksa jadi pengumpul barang-barang hasil buangan
Dain menjerit
Pada manusia yang tak lagi peduli
Atas dirinya yang tersakiti
Karena buangan limbah pabrik
Yang berdiri disisi tubuhnya
Atas izin yang diberikan
Denagn tanda diatas seumpuk uang seratus ribuan
Padahal dia telah marah
Karena anak-anak piit tak tak dapat belajar terbang
Denagn bebas
didalam asap hitam, menari-nari diawan
seperti apakah dukanya?
Sepanjang sungai mengalir
Selebar langit terbentang
Edalam samudre
Sebesar harapan terbitnya bintang dilangit malam
Kapan dia berhenti berduka?
Mungkin ketika melihat nak-anak pipit mulai terbang, berkembang
Menelusuri langit usaha
Tuk menggapai harapan dan cita-cita
Tentang indonesia bermasa depan
Jakarta, 2012
Citra Nuraini

