Mengisahkan seorang perempuan yang berjalan dalam gelap
Pada satu malam, ia keluar dan merobek dingin yang menyelimuti tubuhnya
Ia sedang mencari, dan masih mencari mengapa mau datang ke tempat apa yang tak diketahuinya
“Sedang mencari apa?” Tanya si penanya di antara pohon karet
Jawabanku adalah apa yang ditanyakan oleh si penanya

Perempuan itu semakin memasuki rimba yang jarang dijamah
Ia tak takut dengan gelap maupun yang ada di balik gelap
Ia hanya takut apa yang dicari tak ada
Perempuan itu harus kembali dengan apa

Semakin dalam ia menuturi jalan berbatu, apa yang dicari belum ditemukan
Perempuan itu masih berusaha
Dalam hutan yang sunyi, alunan nyanyian sayup-sayup menuntun arah langkah perempuan itu
Setitik cahaya berhasil ditemukan oleh perempuan itu
Ia mulai bergegas. Barangkali apa yang dicari ada di sana

“Apa sudah kau temukan?” Si penanya bertanya lagi. Ia tahu kesabaran perempuan itu menipis dengan curamnya jalan dan jurang di kanan-kirinya
“Mungkin apa. Apa yang kucari sudah kutemukan!” Jawab si perempuan dengan apa yang dia yakini
Namun ia mulai meragu. Mata perempuan mengilusikan apa yang fana. Telinga perempuan mendengar apa yang ingin didengar
Ketakutan kini membuat dingin sekujur tubuh. Langkahnya melambat

Perempuan itu sudah sampai
Apa yang perempuan itu cari
Apa yang perempuan itu lihat
Apa yang perempuan itu dengar

Imtitsal Nabibah

Sentul, 27 Oktober 2019

Iklan