Judul: Californication

Album: Californication

Artis: Red Hot Chili Peppers

Durasi: 5:29

Tahun rilis: 1999

Pengaburan realitas oleh Hollywood dan Silicon Valley telah membuat orang-orang mengejar simbol dan makna yang semu.

Iklan

Sejak Revolusi Industri pertama di abad ke-18, siklus ekonomi produksi jauh berkembang pesat. Akibatnya, terdapat kemudahan mengakses kegiatan konsumsi akan produk. Seiringan dengan itu, persediaan komoditas di pasar semakin bertambah.

Namun hari ini, banyaknya kuantitas komoditas di pasar tidak lagi menjadi sorotan dalam memandang produksi di industrialisasi. Lebih jauh lagi, logika produksi komoditas hari ini ditekankan pada reproduksi simbol di dalamnya. Makna pada akhirnya ikut dikomersilkan. Hal ini menjadi suatu kewajaran yang sudah tertanam dalam benak produsen dan konsumen.  

Ini lah puncak dari modernitas menurut seorang Filsuf Perancis, Jean Baudrillard yang kira-kira terjadi pasca Perang Dunia II. Perubahan ini berakar dari perkembangan media massa, komunikasi global, dan teknologi informasi. Pasalnya, ini semakin memudahkan pemasaran satu produk kepada konsumen. 

Di Silicon Valley, Amerika Serikat, pesatnya kemajuan media massa yang mengedepankan persebaran komunikasi dan informasi terjadi di sini. Di Silicon Valley, terjadi sebuah rantai ekonomi produksi dan distribusi yang mengedepankan teknologi mutakhir. Platform media massa sekali klik seperti Google, Apple, Microsoft, AMD, Intel bermarkas di sini.

Sarana distribusi segala macam jenama platform sekali klik ini didukung oleh kombinasi ciamik produsen industri budaya di Hollywood, Amerika Serikat. Hollywood berfungsi sebagai pencipta budaya, dan gaya hidup. Film-film hebat yang kita ketahui diproduksi di sini, sebutlah The Godfather, James Bond, atau Pulp Fiction. Deretan film-film itu, sangat rapi dalam menggambarkan bagaimana kehidupan di Amerika Serikat berlangsung.

Mahadahsyatnya perputaran rantai ekonomi dua wilayah ini semuanya terletak di California, Amerika Serikat. Sayangnya, perkembangan teknologi informasi ini memiliki dampak yang serius di masyarakat. Realitas semu yang ditawarkan oleh California membuat masyarakat dunia berpaling dari realitas sejati.

Hal ini direkam jelas dalam lagu berjudul Californication karya band asal Los Angeles, Red Hot Chili Peppers (RHCP). Dari lagu ini, sang pembuat lagu seakan mengamini California adalah kiblat seluruh dunia. Imbuhan /-tion/ di dalam judulnya secara bahasa Inggris berfungsi menjelaskan satu kerja proses untuk menjadi sesuatu. Bisa ditarik asumsi, Californication bermakna proses untuk “ber-California.” Dalam artian, proses menuju dunia yang berpusat ke California. 

Dibuka dengan bait pembuka berbunyi “And little girls from Sweden dream of silver screen quotation,” berarti para anak perempuan di Swedia yang bermimpi menjadi bintang di Hollywood. Seperti corak masyarakat modern yang diterangkan Baudrillard, Hollywood pun tak hanya menjual komoditas hiburan berupa film sebagai sarana rekreasi praktis, tapi beserta makna. Sublimnya kehidupan tokoh di film-film, beserta kehidupan para aktornya dengan limpahan uang dan ketenaran, membuat orang awam terbuai ingin mencicipinya, paling tidak meniru gayanya. 

Di sini, Hollywood beserta media massa membuat citra budaya dan sublimnya kehidupan bergaya Amerika. Melalui bait kedua, hal Itu diamini pada lirik“It’s the edge of the world and all of Western civilization.” Dari lirik ini, Amerika diposisikan sebagai kiblat dunia.

Ada pula, usaha ekstrim para aktor/aktris yang berkecimpung dalam arena industri budaya ini diharuskan untuk tetap memenuhi selera pasar. Lewat lirik “Pay your surgeon very well to break the spell of aging,” RHCP menggambarkan usaha agar bisa memenuhi ekspektasi pasar salah satunya dapat dicapai dengan operasi plastik. Pada akhirnya, hal ini diamini oleh banyak orang dan menjadi standar kecantikan. 

Iklan

Baca juga: LORONG

Dalam bukunya yang berjudul Amérique, Baudrillard mengutuk keras model komersialisasi budaya yang ada di Amerika Serikat. Bagi Baudrillard, komersialisasi budaya di sana menggunakan cara mengambil semua kultur di dunia. Kemudian pasca mencomot budaya yang ada, Amerika serikat mengaburkan realitas sejati, membuatnya dalam model terdekadensi. 

Hal ini lah yang menurut Jean Baudrillard dilakukan Amerika Serikat dengan cara simulacra. Artinya, satu penciptaan objek tiruan mengalami modifikasi dalam setiap reproduksinya. Pada akhirnya, kita tergocek dalam mengidentifikasi mana yang asli karena objek terus direproduksi tanpa menahu ujungnya di mana. Sesuai kemauan kapitalisme. 

Akumulasi simulakra ini mengaburkan realitas sejati dengan realitas semu, membuat kita hidup di dalam hiperealitas. Ini bagai fatamorgana kemunculan air di tengah gurun pasir yang gersang karena otak dikonstruk oleh hasrat haus. Mereka memproduksi dan mengkonsumsi satu realitas yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, tapi berdasarkan keinginan, hasrat, dan imajinasi.

Sayangnya, masyarakat dari berbagai belahan dunia menganggap bahwa apa yang digambarkan oleh Hollywood adalah realitas sejati, dengan gaya hidup, kisah-kisah romansa, dan segala tetek bengek pola konsumsinya. Ini berimplikasi pada masyarakat dengan pola konsumsi yang carut marut, tidak pernah terpuaskan, dan cenderung abstrak. Mereka mengejar simbol dan makna-makna yang semu. Padahal itu sama sekali tidak menggambarkan sama sekali realita di Amerika sesungguhnya. 

Tak bisa dipungkiri masyarakat modern sekarang tak terlepas dikonstruksi dari budaya Amerika lewat Hollywoodnya, dan penggunaan teknologi hasil Silicon Valley. Lirik “Well, everybody’s been there and I don’t mean on vacation” menggambarkan bahwa semua orang memang sudah “ter-Californisasi.”

Upaya untuk keluar dari jeratan itu digambarkan RHCP sebagai hal yang mustahil, lewat lirik pungkasnya “And tidal waves couldn’t save the world from Californication.” Bahkan gelombang trend yang bermunculan tidak bisa mengalahkan budaya California. 

Pada akhirnya, Hollywood berhasil menciptakan satu hiperrealitas yang terasa hegemoninya pada masyarakat dunia. Dan masyarakat pun, memiliki satu tujuan baru untuk dipersunting. Ini lah yang disebut RHCP sebagai “Dream of Californication,” pada chorus di lagu ini. 

Penulis: Fadil B. Ardian

Editor: Arrneto Bayliss