Aduhai, siapakah kau gerangan?

Mengapa kau menjarah ruang hidupku?

Mengapa kau racuni laut biruku?

Mengapa kau lucuti hutan ku hingga tak bersisa?

Mengapa kau tega mengeruk perut bumi ku?

 

Iklan

Ayo jujurlah!

Siapa kau wahai tuan perusak alam?

Bukankah aku pemilik alamnya?

Sebab tanah, laut, hutan, dan gunung di negeri ini

sejatinya milik ku.

Alamak, apakah terjadi kekeliruan?

 

Ah, aku jadi terjerembab dalam tanya. 

Siapakah sebetulnya tuan di sini?

Jika benar aku tuan nya,

Iklan

bagaimana bisa kau yang meneguk sarinya,

sedang aku ditinggal dengan tangan kosong?

Mengapa yang disisakan untukku hanya puing-puing kebinasaan?

 

Katakan, wahai tuan—

bukankah selama ini akulah tuan nya?

Wahai tuan, akuilah,

bahwa akulah tuan sejatinya.

 Penulis : Devita Sari

Baca juga: Geliat Operasi Tambang di Kawasan Lindung Karawang Selatan