UNJ akan melakukan perubahan sistem parkir di Kampus A. Sayangnya, mahasiswa keberatan karena merasa terpaksa untuk membuat kartu
asuransi parkir yang berbayar.

Kini tampak perubahan yang mencolok di Kampus A UNJ, yakni munculnya mesin parkir pada sejumlah titik di Kampus A UNJ. Menjamurnya mesin-mesin tersebut merupakan suatu sinyal akan adanya kebijakan baru terkait sistem parkir di Kampus A UNJ.

Diwawancarai tim Didaktika pada Rabu (16/08), Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) UNJ, Sofiah Hartati menjelaskan mengenai sederet perubahan sistem parkir yang akan terjadi di Kampus A UNJ. Sofiah menerangkan BPU akan bekerja sama dengan Ardas Parking terkait pengelolaan lahan parkir di Kampus A.
Sofiah menuturkan bagi masyarakat luar UNJ yang memarkir kendaraan di Kampus A, akan dikenakan biaya parkir per jam. Untuk metode pembayarannya menggunakan uang elektronik. Namun mengenai rincian biaya masuk kendaraan dan biaya parkir kendaraan per jam belum diputuskan.

Adapun UNJ mempunyai dua lahan parkir dengan jenis yang berbeda, yakni gedung parkir spiral dan pelataran parkir. Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No.31 Tahun 2017, tarif parkir pada gedung parkir dikenakan biaya bagi kendaraan mobil sebesar Rp4.000,00 s.d. Rp10.000,00 dan Rp2.000,00 s.d. Rp8.000,00 untuk setiap jam berikutnya. Sedangkan untuk kendaran motor dikenakan biaya sebesar Rp1.000,00 s.d. Rp4.000,00/jam.

Kemudian tarif parkir pada pelataran parkir dikenakan biaya bagi kendaraan mobil sebesar 4.000,00 s.d. Rp7.500,00 dan Rp2.000,00 s.d. Rp6.000,00 untuk setiap jam berikutnya. Sedangkan dikenakan biaya bagi kendaraan motor Rp1.000,00 s.d. Rp3.000,00/jam.

Sementara itu, bagi warga UNJ (mahasiswa, dosen, karyawan, dan pedagang kantin) mendapatkan kebijakan pembayaran lain. Warga UNJ dikenakan biaya member asuransi parkir sebesar Rp 100.000 per tahun untuk kendaraan mobil dan Rp. 50.000 per tahun untuk kendaraan motor. Dengan kata lain, warga UNJ yang mempunyai kartu asuransi parkir akan dibebaskan dari biaya parkir per jam.

Iklan

“Parkir berbayar tidak untuk warga UNJ. Tetapi warga UNJ bisa menjadi member asuransi parkir agar kendaraan bisa terjamin saat parkir di kampus. Namun untuk barang yang biasa ditaruh di kendaraan seperti helm tidak terjamin semisal kehilangan “ ujar Sofiah.

Sofiah mengatakan adanya perubahan sistem parkir disebabkan semrawutnya kendaraan motor dan mobil yang terparkir di Kampus A UNJ. Dirinya berharap dengan adanya sistem baru dapat menertibkan kendaraan yang terparkir di UNJ.

“Kenapa berubah, karena kan lahan parkir kita berantakan, “ ucap Sofiah.

Kepala Satpam UNJ, Didi mengatakan Ardas Parking akan mempekerjakan sekitar 18 pegawai yang akan tersebar di Kampus A UNJ. Pegawai tersebut terdiri dari tukang parkir dan teknisi yang mengawasi mesin parkir.

Menyoal waktu pengoperasian mesin parkir, Kepala Divisi Bidang Pengembangan Aset BPU, Rahman mengucapkan masih didiskusikan. Hal ini mengingat pertimbangan banyak mahasiswa dari Gedung G yang sering pulang larut malam ataupun menginap di kampus.

Rahman mengatakan kebijakan baru mengenai sistem parkir kemungkinan akan diterapkan pada bulan September. Rahman berujar, kampus akan mensosialisasikan kebijakan sistem parkir yang baru lewat BEM universitas, fakultas, hingga tingkatan prodi.

Perubahan Sistem Parkir Memberatkan Sejumlah Mahasiswa

Sementara itu, sejumlah mahasiswa mempersoalkan sederet perubahan tentang perparkiran di Kampus A UNJ yang akan diterapkan. Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah, Alby tak sepakat dengan pernyataan birokrat kampus yang mengatakan parkir berbayar tidak dikenakan kepada warga UNJ. Menurutnya warga UNJ yang membayar biaya kartu asuransi sama saja dengan membayar biaya parkir.

“Kebanyakan warga UNJ pastinya ketika nanti membayar biaya kartu asuransi parkir, motivasi utamanya bukan agar kendaraannya ketika diparkir terjamin asuransi tetapi agar terbebas dari biaya parkir per-jam, “ ucap Alby.

Tambahnya, dengan biaya pembuatan kartu asuransi parkir yang dibebankan kepada warga UNJ, kampus seolah-olah tak ingin menggelontorkan dana untuk kartu parkir bagi warga UNJ. Padahal, menurutnya kampus akan mendapat 90 persen pendapatan dari lahan parkir Kampus A UNJ.

Iklan

Mahasiswa Prodi Pendidikan Masyarakat, Rofi mempersoalkan pembuatan kartu asuransi parkir. Dirinya merasa sangat menyayangkan dengan kartu asuransi parkir yang tak menjamin barang-barang yang biasa ditaruh di motor seperti helm. Rofi mengaku sudah pernah kehilangan helm di lahan parkir Kampus A UNJ seperti yang dialami oleh banyak mahasiswa lain.

“Yang perlu difokuskan adalah soal pengawasan dan keamanan di lahan parkir daripada pembuatan kartu asuransi parkir yang tak menjamin helm,” ucap Rofi.

Mahasiswa Prodi Psikologi, Nayya mengaku biasa datang ke Kampus A ketika mengikuti kuliah umum. Hal itu dikarenakan kegiatan perkuliahannya kebanyakan berada di Kampus D.

“Saya merasa keberatan jika nantinya harus terpaksa membayar kartu asuransi parkir agar terbebas dari biaya parkir per jam, “ pungkas Nayya.

Penulis/Reporter : Andreas Handy

Editor : Arrneto Bayliss