UNJ meluncurkan Theater Room dan E-Library sebagai sarana kreasi, edukasi, dan pengembangan perpustakaan

Unit Pengelola Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta menggelar acara “Peresmian Theater dan Launching E-Library” di Gedung UPT Perpustakaan UNJ Lantai 4 pada Kamis, (03/11/2022). Acara ini dihadiri oleh Komarudin, selaku Rektor UNJ; Suyono, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik; Yossa Istiadi, selaku ketua UPT Perpustakaan UNJ; serta civitas akademika UNJ lainnya.

Acara dimulai dengan sambutan Wakil Rektor bidang akademik, Suyono. Dirinya mengungkapkan bahwa perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi dan berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, perpustakaan juga sebagai sarana mencari literatur dan melakukan kegiatan penelitian.

Ia menaruh harapan besar dengan adanya Theater Room dan Launching E-Library ini dapat menarik minat mahasiswa agar datang dan memakmurkan perpustakaan. “E-Library tidak terbatas pada literatur saja, lebih dari itu untuk pengembangan hubungan dengan lembaga-lembaga lain agar nantinya dapat memperkaya literatur yang ada di kampus,” ungkap Suyono.

Setelah itu, Rektor UNJ Komarudin, bernostalgia sewaktu dirinya masih menjadi mahasiswa di IKIP Jakarta. Sekitar tahun 1984-an sebelum dibangunnya gedung perpustakaan pada era kedua Conny Semiawan, perpustakaan masih berbentuk ruangan-ruangan referensi yang memuat skripsi, tesis, dan disertasi, serta keterbatasan koleksi buku.

“Sayangnya koleksi buku kurang update sehingga selalu saja dari tahun ke tahun menuai kritik dari para mahasiswa,” ucap Komaruddin.

Iklan

Baca juga: Rektor Belum Jatuhi Sanksi Kepada YS

Walaupun setiap tahunnya wisudawan diwajibkan menyumbang buku supaya memperkaya koleksi buku, pada saat itu biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) murah dan bantuan biaya dari pemerintah sedikit. Akibatnya, universitas kesulitan untuk membangun fasilitas perpustakaan. “IKIP Jakarta miskin,” pungkasnya.

Komarudin menambahkan bahwa perlunya membenahi sistem E-Learning UNJ, supaya nantinya dapat terhubung dengan ruang baca yang ada di tiap-tiap fakultas dan prodi. Kemudian dilakukan pencatatan agar dapat diketahui fakultas dan prodi mana yang paling sering mengunjungi perpustakaan, serta adanya evaluasi setiap bulan mengenai kinerja perpustakaan dan mengadakan program untuk mengembangkan fungsi perpustakaan.

Theater Room UNJ memiliki fungsi sebagai sarana hiburan dan edukasi. Memiliki spesifikasi mumpuni dengan luas 9 x 6 meter serta dilengkapi berbagai macam fasilitas pendukung yang mutakhir. Untuk mengaktifkan Theater mini, UPT Perpustakaan UNJ menjalin kerja sama dengan GoJek Institute, Arsip Nasional, dan Pusat Perfilman Ismail Marzuki untuk dapat menampilkan film-film seputar sains, pendidikan, sejarah, olahraga, budaya, dan lainnya. Program pemutaran film akan dilaksanakan secara tematik, yang terdiri dari tiga periode waktu yaitu pukul 08.00, 10.00, dan 14.00 pada hari Senin sampa Jumat.

Hadirnya E-Library juga sebagai bentuk upaya UPT Perpustakaan untuk memudahkan para mahasiswa dan dosen mendapatkan referensi berupa E-Book. Sehingga, perpustakaan kampus dapat dimanfaatkan dimana saja.

Untuk itu, Ketua UPT perpustakaan mengharapkan adanya sosialisasi yang masif bukan hanya dari mulut ke mulut, tetapi juga melalui video-video kreatif agar mahasiswa yang mendaftar E-Library itu meningkat, sehingga ratingnya naik dan lebih optimal. “Karena sampai sekarang, pengguna e-library masih relatif sedikit,” tutup Yossa.

Penulis: Adam Farhan

Editor: Devita