Desa Pendidikan FIS UNJ, Community Development FE UNJ, dan Jakaringan menyelenggarakan Festival Anak (Festa) 2023 di Kampus A UNJ pada Sabtu (19/03). Festival ini merupakan gerakan non program kerja dari Desa Pendidikan FIS UNJ yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama festival. 

Festa 2023 dihadiri oleh sekitar 40 anak didik dari Desa Pendidikan FIS UNJ dan Community Development FE UNJ. Rentang umur anak yang datang berkisar dari umur 5 sampai 12 tahun. 

Penolakan kekerasan pada anak merupakan salah satu pesan utama yang didengungkan pada festival tersebut. Koordinator Lapangan, Aziz Eka menuturkan bahwa salah satu kegiatan festival adalah kampanye anti kekerasan pada anak dengan mengitari kampus sambil membawa poster-poster berpesan penolakan kekerasan pada anak. 

Aziz juga menjelaskan kalau festival terdiri dari dua sesi, yakni sesi daring dan luring. Sesi daring dimeriahkan dengan Serangan Sosmed yang dilaksanakan sedari tanggal 11 sampai 18 Maret. Serangan tersebut berbentuk gerakan penyebarluasan informasi tentang kekerasan pada anak lewat sosial media. Berbagai informasi yang dimaksud di antaranya; pengertian, dampak, dan tata cara pelaporan kekerasan pada anak. 

Aziz kemudian mengungkap salah satu sebab Festa kali ini mengangkat isu kekerasan pada anak. Sebelumnya, Desa Pendidikan FIS UNJ membagikan kuesioner tentang kekerasan kepada anak didiknya. Hasil dari kuesioner tersebut menunjukkan bahwa masih ada  anak yang mengalami kekerasan. 

“Kita menyuarakan anti kekerasan pada anak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal tersebut. Sehingga kejadian kekerasan pada anak bisa berkurang,” ucap Aziz. 

Iklan

Kemudian isu mengenai hak-hak anak juga diserukan di festival ini. Ketua Pelaksana, Fathurahman menjelaskan bahwa isu mengenai hak-hak anak turut disuarakan pada Serangan Sosmed. Dirinya lalu menjabarkan hak-hak anak yang terdiri dari hak untuk mengenyam pendidikan, hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan lain-lainnya. 

Fathur kemudian menjelaskan Festa 2023 turut dimeriahkan oleh pentas seni dan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak sebagai peserta. Lomba yang diadakan terdiri dari lomba mewarnai, cerdas cermat, estafet, dan sebagainya.

Dengan adanya pentas seni dan berbagai lomba di festival ini, Fathur mengharapkan minat dan bakat serta kreativitas anak-anak dapat berkembang. Kemudian anak-anak bisa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. 

Kemudian salah satu peserta festival, Syifa mengaku senang mengikuti Festival Anak 2023. Dirinya merasa terhibur dan keterampilan juga pengetahuannya berkembang setelah mengikuti festival tersebut.

“Festival ini seru banget, aku bisa main sama teman-teman baru,” ujar anak berusia 8 tahun tersebut.

 

Penulis: Andre

Editor: Ragil