Pertama-tama saya ucapkan rasa bangga dan hormat setinggi-tingginya kepada warga pancoran buntu ll yang mengajari saya,kami dan kita semua untuk berani membusungkan dada dan berhadapan langsung dengan korporasi besar Pertamina Training Consulting (PTC), anak perusahaan dari Pertamina. Diawali dengan PTC yang berdalih ingin melakukan pemulihan aset Pertamina terhadap tanah Pancoran dengan melakukan penggusuran paksa. Warga Pancoran yang terancam hak hidupnya pun tidak tinggal diam, mereka membalas dengan perlawanan. PTC memakai ragam aparatus represif; aparat kepolisan dan organisasi masyarakat dikerahkan untuk
merebut tanah pancoran.

Hingga pada 17 Maret 2021 pertarungan tak lagi terelakan. Pancoran kala itu dikepung dari semua lini, aparat dan ormas yang memakai senjata tajam dan gas
air mata serta batu merengsek masuk kedalam pemukiman untuk memukul mundur warga dan kawan-kawan solidaritas. Korban luka berjatuhan, pertarungan terus berlangsung hingga fajar datang. Peristiwa itu di nobatkan “17 Maret sebagai Hari Perjuangan Warga Pancoran Buntu ll Melawan Setan Tanah” yang saat ini sudah memasuki tahun ke 3 ( tiga )-nya. peristiwa tersebut menjadi memori khusus warga pancoran atas perlawanan mengusir PTC, aparat dan ormas untuk angkat kaki dari tanah Pancoran.

Mengingat peristiwa bersejarah dan penting pada angka 17 ia bukan sekedar angka hendaknya sebuah peristiwa yang besar di belahan dunia. 17 adalah angka suci, jika dikaitkan pada bulan
ramadhan, kitab suci Al-Quran diturunkan pada 17 Ramadhan dan selanjutnya angka 17 menurut Njoto mempersamakan 25 Oktober 1917 yang dikenal sebagai revolusi kaum proletar di
Rusia dan 17 Agustus 1945 sebagai revolusi nasional bangsa Indonesia. Artinya setiap peristiwa memiliki memorial dan kesan tersendiri yang patut dijadikan semangat sebagai perjuangan rakyat
yang bukan sekadar momentum tahunan ataupun semangat moralis.

Sejak 3 berdiri Forum Pancoran Bersatu dipergunakan sebagai alat perjuangan warga pancoran, tentu ini adalah sebuah kemajuan. Bahwa warga memiliki kesadaran politik untuk gotong royong membangun, merawat dan menjaga organisasinya sebagai mana menjaga keluarga. Saat ini Forum Pancoran Bersatu sudah mandiri dan sudah dapat menjalakan organisasi yang dikehendaki oleh warga pancoran. Lao Tse pernah berkata “pendamping yang baik adalah, ketika pekerjaan selesai dan tugas pun dirampungkan, rakyat berkata, kami sendirilah yang mengerjakan”.

Dan sebagai penutup, dimana gerakan perlawanan seantero raya memiliki slogan yang membuat perlawanan menjadi bergairah dan bersemangat, seperti Allende dengan slogan ‘El Pueblo Unido’
(Rakyat Bersatu Tak Bisa Di Kalahkan) dan warga pancoran dengan PANCORAN BERSATU TAK BISA DI KALAHKAN.

Rivaldi Haryo Seno
Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID)

Iklan